Obesitas di Malaysia

Obesitas merupakan suatu kondisi multifaktor yang kompleks, yang dimana kondisi ini dicirikan dengan akumulasi lemak tubuh yang berlebihan yang dapat menyebabkan efek buruk terhadap kesehatan. Epidemi obesitas telah menjadi satu masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia, tidak terkecuali di Malaysia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa akan terdapat satu dari lima individu dewasa di Malaysia yang akan mengalami obesitas pada tahun 2025.

wmc5

Obesitas diukur melalui Indeks Masa Tubuh (IMT). Menurut BMI Asia, skor BMI seseorang yang normal adalah sekitar 18,5 – 24,9. Skor BMI diatas 30 dapat dikategorikan sebagai obesitas.

BMI Formula

wmc6

Penghitungan IMT secara keseluruhan

Obesitas Dapat Berisiko Buruk Terhadap Kesehatan

Obesitas seringkali disertai dengan beberapa komplikasi kesehatan. Individu dengan kondisi obesitas diketahui memiliki risiko yang tinggi akan beberapa masalah kesehatan, seperti contohnya:

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit kardiovaskular
  • Stroke
  • Kanker
  • Batu empedu
  • Depresi dan isolasi sosial
  • Infertilitas/ kemandulan
  • Apnea Tidur Obstruktif (OSA/ Obstructive Sleep Apnea)

Gejala-Gejala Apnea Tidur Obstruktif

  • Mendengkur ketika tidur
  • Tidur yang tidak nyenyak/ sering terbangun
  • Mengalami apnea atau sering terhentinya nafas ketika tidur

Apakah anda tahu bahwa Apnea Tidur Obstruktif seringkali dikaitkan dengan obesitas, yang dimana hal ini dikarenakan oleh keberadaan deposisi lemak pada jaringan disekitar saluran nafas yang dapat meningkatkan kolapsibilitas, hingga dapat menutup aliran nafas.

Perjalanan Menuju Berat Badan Yang Ideal

Terdapat dua pendekatan di dalam penanganan penurunan berat badan, yaitu penanganan non bedah dan penanganan bedah. Berdasarkan pada hasil diagnosis dan tingkat keparahan obesitas, maka dokter spesialis akan memberi arahan berikut ini:

wmc1

Penanganan non-bedah direkomendasikan sebagai penanganan awal sebelum mempertimbangkan tindakan pembedahan, hal ini karena Penanganan Bedah Bariatrik merupakan suatu tindakan bedah invasif dan hanya akan diperlukan bagi mereka yang mengalami obesitas yang sangat mengancam jiwa mereka.

Setelah proses skrining dan konsultasi dengan para Dokter Spesialis kami di Pusat Penanganan Berat Badan (WMC/ Weight Management Centre), maka rencana penanganan penurunan berat badan pun akan disusun, dan penanganan yang paling tepat pun akan dipilih bagi anda. Karena disesuaikan dengan gaya hidup dan pilihan anda, maka WMC akan memungkinkan anda mencapai penurunan berat badan yang sehat dan memberikan perencanaan follow up yang konsisten.

Penanganan Non-Bedah

Para individu yang memilih tindakan penanganan non-bedah untuk penurunan berat badan mereka, maka kami memberikan program jangka panjang yang melibatkan pola diet tersupervisi medis dan regimen latihan/ olahraga yang konsisten – serta pendidikan tentang gaya hidup dan dukungan motivasional yang berkelanjutan.

Intervensi Diet

Para ahli dietetik klinis kami akan memperkenalkan perubahan-perubahan akan kebiasan asupan makanan dan nutrisi. Asupan kalori dan perubahan-perubahan di dalam perilaku gaya hidup yang terus dimonitor akan mampu membantu anda di dalam mencapai penurunan berat badan. Manajemen-diri dan kepatuhan terhadap program secara ketat sangatlah penting bagi mereka yang menjalani intervensi diet.

Intervensi Perilaku

Para ahli perilaku pertama-tama akan melakukan skrining dan mendiagnosis kondisi-kondisi perilaku anda, sehingga kami akan dapat mengidentifikasi halangan-halangan yang dapat merintangi proses penurunan berat badan. Intervensi perilaku yang kami berikan diantaranya mencakup konseling tentang gizi, aktivitas fisik/ olahraga, dan juga pendidikan tentang pemonitoran diri untuk memahami tentang kebiasaan-kebiasaan anda.

Latihan Fisik

Ahli fisioterapi kami akan menyusun regimen latihan rehabilitasi bagi anda, sehingga anda akan dapat melakukan latihan fisik secara konsisten yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Para individu yang mengalami obesitas diketahui memiliki keterbatasan akan rentang dan kemampuan di dalam aktivitas latihan fisik. Latihan-latihan aerobik dianggap sebagai latihan fisik yang cocok bagi penderita obesitas, hal ini karena latihan aerobik diketahui sebagai latihan low impact (impak rendah) yang dapat memicu penurunan berat badan. Beberapa contoh akan latihan-latihan aerobik diantaranya adalah jalan cepat, olahraga aerobik air, angkat beban yang ringan, peregangan yang sederhana, dan lain-lain.

Penggunaan Obat/ Medikasi

Penggunaan obat di dalam penanganan obesitas bekerja dengan cara berbeda. Sebagai contoh, beberapa obat-obatan membuat anda menjadi tidak terlalu lapar atau tidak cepat lapar, dan terdapat beberapa obat-obatan yang lainnya dapat mempersulit tubuh untuk menyerap lemak dari makanan yang anda makan.

Dokter spesialis endokrinologi kami akan meresepkan obat bagi penderita obesitas berdasarkan pada kondisi-kondisi kesehatan anda, seperti contohnya diabetes tipe 2, hipertensi, tekanan darah tinggi, dan banyak lagi. Karena diabetes tipe 2 sangat umum memiliki hubungan dengan kondisi obesitas, maka sangatlah penting untuk mengendalikan gula darah pasien sebelum berfokus pada penurunan berat badan. Diabetes biasanya akan ditangani dengan obat-obatan anti diabetes oral dan suntik. Terdapat banyak tipe obat anti diabetes yang dapat mengendalikan gula darah anda, yang juga sekaligus difokuskan pada diet dan olahraga.

Penanganan Bedah

Penanganan bedah merupakan tindakan yang direkomendasikan bagi mereka dengan skor BMI diatas 40 yang tidak berhasil setelah upaya-upaya diet dan latihan olah raga. Tindakan bedah sudah terbukti dapat memberikan hasil jangka panjang yang memuaskan di dalam penanganan obesitas yang cukup parah.

Bedah bariatrik yang ditawarkan di SMCV merupakan suatu tindakan minimal invasif melalui pengaplikasian metode “lubang kunci”, yang dimana dokter dapat memasukan peralatan bedah kedalam tiga lubang insisi dengan ukuran sekitar 0,5 – 1,5 cm pada area abdomen pasien. Metode ini dapat memastikan pemulihan yang cepat dan tidak terlalu berisiko akan kemunculan bekas luka bedah jika dibandingkan dengan tindakan bedah bariatrik.

Beberapa Tipe Bedah Bariatrik

Laparoscopic Sleeve Gastrectomy

wmc2

  • 80% - 85% lambung dipisahkan dan diangkat.
  • Lambung yang disisihkan memiliki ukuran kira-kira sebesar pisang atau memiliki ukuran volume sekitar 150 ml – 200 ml.
  • Pasca pembedahan, jumlah asupan makanan akan menjadi terbatas. Ghrelin (hormon usus yang menstimulasi nafsu makan, yang juga dikenal sebagai hormon lapar) di dalam lambung juga akan secara signifikan berkurang pasca dilakukannya pembedahan.

Bedah Bypass Lambung Roux-En-Y

wmc3

  • Satu kantung lambung yang berukuran kecil (A) dibuat dengan memisahkannya dari lambung secara utuh.
  • Usus kecil dipisahkan dan ujung atas nya (C) ditempelkan ke kantung kecil (A), sedangkan ujung bawahnya ke duodenum yang disayat dan disambungkan (D).
  • Bagian bawah lambung (B) dibiarkan utuh.
  • Operasi bypass lambung dapat membatasi tubuh pasien untuk menyerap kalori. Jalur makanan yang cepat ke usus dapat memicu pelepasan GLP-1 dan PYY, yang dimana hal ini dapat secara positif mempengaruhi metabolisme dan kadar gula darah anda.
  • Mini-gastric-bypass atau bypass lambung mini merupakan satu jenis bedah bypass lambung yang tidak membutuhkan pemisahan usus kecil.

Persiapan sebelum menjalani Bedah Bariatrik

  • Tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol dari mulai satu minggu sebelum menjalani operasi
  • Mempertahankan atau menurunkan berat badan sebelum tindakan pembedahan.
  • Pemeriksaan darah, endoskopi atas, dan USG abdomen.
  • Konseling tentang diet yang dilakukan oleh ahli Diet.

Pasca Bedah Bariatrik

  • Pemulihan
  • Progresi diet yang dipandu oleh ahli Diet.
  • Fisioterapi dan rehabilitasi
  • Olahraga teratur
  • Follow up yang konsisten

Peningkatan Kualitas Hidup

Pasca penurunan berat badan, tantangan-tantangan yang sebelumnya ditakutkan akan menjadi lebih mudah untuk ditanggulangi. Beberapa manfaat dari penurunan berat badan diantaranya adalah:

  • Penurunan tingkat risiko penyakit
  • Memperbaiki tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
  • Pemulihan tingkat kesuburan.
  • Peningkatan kualitas tidur.
  • Better quality of sleep
  • Peningkatan kemampuan untuk dapat berolahraga dan berpartisipasi di dalam aktivitas olah raga.
  • Mood yang lebih baik.
  • Peningkatan rasa percaya diri.

Apa yang Anda tunggu?

Mulailah mendapatkan penanganan penurunan berat badan di Pusat Penanganan Berat Badan Sunway Medical Centre Velocity.

Bagi anda penderita obesitas atau yang memiliki berat badan berlebih yang termotivasi untuk menurunkan berat badan dapat melakukan pendaftaran dan memesan janji temu di Pusat Penanganan Berat Badan SMCV baik secara mandiri atau atas rujukan dari dokter umum anda.

wmc4

Pusat Penanganan Berat Badan (WMC)

Pusat Lengkap Untuk Penanganan Penurunan Berat Badan

Dibangun dengan fokus penurunan berat badan yang efektif, Pusat Penanganan Berat Badan (WMC) di Sunway Medical Centre Velocity terdiri dari tim para profesional medis ahli untuk menangani obesitas yang parah melalui pendekatan holistik/ menyeluruh.

Dokter-Dokter Spesialis WMC

Dokter Spesialis Bedah Bariatrik

Dokter spesialis bedah bariatrik memiliki keahlian untuk melakukan bedah bariatrik invasif melalui restrukturisasi saluran pencernaan untuk membatasi jumlah asupan makanan, yang dimana hal ini dapat membantu di dalam penurunan berat badan dalam jangka panjang.

Learn More

Dokter Spesialis Endokrinologi

Dokter spesialis endokrinologi memiliki keahlian untuk mendeteksi dan menangani penyebab serta komplikasi yang disebabkan oleh kondisi obesitas melalui tindakan pemeriksaan metabolisme dan hormon secara menyeluruh sebelum dilakukannya tindakan bedah bariatric. Dokter spesialis endokrinologi dapat memberikan penanganan berbagai penyebab obesitas sekunder, seperti contohnya Diabetes Tipe 2, melalui pemberian obat dan perubahan gaya hidup. Tinjauan pasca operasi bariatrik juga akan dilakukan untuk memastikan penurunan berat badan yang berkelanjutan.

Learn More

Psikiater

Psikiater memiliki tugas untuk melakukan pra-skrining untuk pendeteksian keberadaan kondisi-kondisi kesehatan perilaku seperti contohnya depresi atau gangguan makan. Psikiater juga bertugas untuk merealisasikan harapan pasien akan penurunan berat badan melalui penyelarasan antara motivasi yang positif dengan tujuan penurunan berat badan.

Learn More

Rehabilitasi

Peninjauan pasca operasi dan pemberian saran tentang regimen latihan. Dokter spesialis fisioterapi akan menyusun perencanaan latihan fisik khusus yang disesuaikan dengan kemampuan, pekerjaan individu, dan pemulihan pasca operasi.

Learn More

Ahli Diet

Ahli Diet bertugas memberikan edukasi dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berbeda-beda bagi individu yang mendapatkan penanganan non-bedah dan juga mereka yang mendapatkan penanganan bedah, baik sebelum dan setelah dilakukannya bedah bariatrik. Untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam masalah asupan dan pola gizi, ahli diet pun akan menyusun rencana gizi khusus untuk individu serta memberikan panduan tentang perencanaan makan, baik sebelum maupun sesudah dilakukannya tindakan operasi.

Learn More

Dokter Spesialis Bedah Plastik

Dokter spesialis bedah plastik dapat menyarankan tindakan bedah augmentasi kulit, seperti contohnya sedot lemak, abdominoplasti, dan pengencangan payudara bagi para pasien yang telah menjalani bedah bariatrik. Untuk mengembalikan tampilan alami, kulit yang kendur akibat penurunan berat badan dapat direduksi dan dikencangkan demi kenyamanan dan kepercayaan diri pasien.

Learn More

Beberapa Peran Pendukung Lainnya

  • Dokter spesialis jantung
  • Dokter spesialis gastroenterology/pencernaan
  • Dokter spesialis paru/pernafasan
  • Ahli farmasi
  • Dokter spesialis onkologi klinis
  • Dokter spesialis anestesi
  • Dokter spesialis ortopedik/tulang
  • Dokter spesialis penanganan nyeri
Loading ...